PANDEGLANG – Info-Nusantara.com Ketua DPC GWI (Gabungnya Wartawan Indonesia) Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, menyayangkan sikap Camat Carita, Yadi, yang dinilai tidak amanah dalam menjalankan tugasnya sebagai pimpinan wilayah. Kekecewaan itu muncul usai ketidakhadiran Camat Carita bersama perwakilan dua SPPI dan dua SPPG Carita dalam agenda audensi bersama Gabungan Lembaga dan Wartawan Pandeglang, yang telah dijadwalkan pada Jumat (29/08/2025) pukul 14.00 WIB.
Padahal, menurut Raeynold, surat permohonan audensi telah dilayangkan sebelumnya, dan para perwakilan lembaga serta media telah hadir lebih awal. Namun, hingga waktu yang telah ditentukan, tidak satu pun dari pihak Kecamatan Carita maupun SPPI dan SPPG hadir dalam pertemuan tersebut.
“Ketidakhadiran mereka mencerminkan sikap tidak amanah yang bisa berdampak serius, mulai dari kerugian sosial, reputasi, hingga spiritual. Dalam konteks luas, ini bisa merusak kepercayaan publik dan melemahkan struktur masyarakat,” ungkap Raeynold.
Audensi tersebut direncanakan untuk membahas kesiapan pembangunan dapur MBG di wilayah Carita, khususnya terkait verifikasi lokasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Raeynold menegaskan bahwa dapur yang akan dibangun harus memenuhi standar teknis dan kelayakan, termasuk kesiapan lahan, aksesibilitas, dan kebersihan lingkungan sekitar.
“Jika dapur tidak memenuhi standar luas dan teknis, maka mitra dapur harus siap menerima sanksi, mulai dari teguran, penghentian operasional sementara, hingga pemutusan kontrak oleh BGN,” tegasnya.
Raeynold juga mengungkapkan, dari hasil peninjauan, pembangunan dapur di Carita tidak memenuhi standar sebagaimana ketentuan BGN, sehingga pengawasan dan sanksi harus ditegakkan secara tegas.
Sementara itu, Ketua Gabungan Lembaga dan Wartawan Pandeglang, Ahmad Umaedi, menyampaikan sindiran tajam terhadap ketidakhadiran Camat Carita dalam bentuk perumpamaan mengenai sifat angin.
“Angin itu amanah, ia mengantarkan apa adanya. Yang wangi ia bawa wangi, yang bau pun ia hantarkan tanpa rekayasa. Seharusnya kita belajar dari angin. Namun, sulit sekali hari ini menemukan pemimpin yang amanah seperti angin. Semoga Camat Carita tidak sedang ‘masuk angin’,” ujarnya menutup pernyataan.
Hingga berita ini diturunkan, Camat Carita, Yadi, belum dapat dikonfirmasi. Upaya menghubunginya melalui telepon seluler juga tidak membuahkan hasil karena dalam keadaan offline.
//red//tim