JAKARTA Info-Nusantara.com Minggu.11/01/2026 Pangkalan TNI Angkatan Laut Palembang bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan dengan mengevakuasi korban kecelakaan laut yang menimpa sebuah kapal pompong nelayan asal Nipah Panjang. Insiden tersebut terjadi di perairan Selat Berhala, Jambi, pada Jumat, 9 Januari 2026.
Peristiwa ini bermula ketika kondisi cuaca buruk dan hantaman ombak besar merusak kapal nelayan tersebut hingga menyebabkan situasi darurat di tengah laut.
Merespons laporan yang masuk, tim penyelamat dari Lanal Palembang bersama tim dari PetroChina menggunakan crew boat CB MML 01 segera meluncur ke titik koordinat kejadian untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.
Dalam proses evakuasi yang dilakukan di tengah cuaca ekstrem, petugas berhasil menemukan total empat orang korban.
Berdasarkan identifikasi di lapangan, tiga orang nelayan ditemukan dalam kondisi selamat, sementara satu orang lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Seluruh korban segera dievakuasi ke daratan untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut serta proses identifikasi resmi.
Komandan Kodaeral III, Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, memberikan apresiasi tinggi atas kesigapan para prajurit Lanal Palembang dalam operasi penyelamatan ini.
Ia menegaskan bahwa aksi tersebut merupakan wujud nyata kehadiran TNI AL dalam memberikan perlindungan serta bantuan kemanusiaan kepada masyarakat pesisir, terutama para nelayan.
Laksda Uki Prasetia menambahkan bahwa jajaran Kodaeral III akan terus hadir dan responsif dalam menjaga keselamatan pelayaran serta keamanan laut di wilayah kerja mereka.
Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan ini juga merupakan implementasi dari program prioritas Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali, yang selalu menekankan agar prajurit TNI AL senantiasa sigap membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan di laut.
Penutup.
( Rls / Ida / Agus / Red )
































