Ticker

6/recent/ticker-posts

Maraknya Pembelian Pertalite dengan Derigen di SPBU, Warga Keluhkan Kelangkaan


SUKABUMI
 Info-Nusantara.com Pelabuhanratu 12 Maret 2026 – Aktivitas pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite menggunakan derigen di SPBU Pertamina nomor 34.433.04 di wilayah Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan masyarakat. Banyaknya pembeli yang datang membawa beberapa derigen sekaligus dinilai menyebabkan antrean panjang serta mengganggu ketersediaan BBM bagi masyarakat dan pengendara.

Berdasarkan hasil pantauan tim media di lokasi SPBU, terlihat sejumlah derigen menumpuk di operator pengisian nomor 3, 4, 5, dan 6. Saat dikonfirmasi, petugas SPBU mengatakan bahwa pembelian Pertalite menggunakan derigen tersebut dilakukan oleh nelayan dan telah menggunakan surat rekomendasi.


Namun dari pantauan di lapangan, terlihat dua mobil jenis losbak terparkir di area SPBU. Setelah dilakukan pengisian, derigen-derigen tersebut langsung disusun di dalam bak mobil dengan nomor polisi F 8698 UY dan F 8258 UT, dengan jumlah diperkirakan sekitar 35 hingga 40 derigen. Kondisi ini menimbulkan dugaan adanya oknum yang melakukan penimbunan BBM subsidi.

Mengetahui hal tersebut, tim media langsung melakukan konfirmasi ke pihak kepolisian. Sebelum pihak kepolisian dari Polres tiba, anggota dari Polsek setempat terlebih dahulu datang ke lokasi. Tak lama kemudian, petugas dari Polres Sukabumi juga tiba di lokasi.

Supir beserta kendaraan yang membawa derigen tersebut kemudian langsung diamankan oleh Ipda Tri Yudha, anggota kepolisian dari Polres Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. 

Saat ini kendaraan beserta puluhan derigen yang berisi BBM tersebut telah diamankan di Mapolres Pelabuhanratu guna menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.


Di sisi lain, antrean kendaraan di SPBU tersebut terlihat mengular sejak pagi hari. Selain kendaraan bermotor, sejumlah warga juga terlihat membeli Pertalite menggunakan derigen berkapasitas besar.

Salah seorang pengendara yang enggan disebutkan namanya mengaku sering kesulitan mendapatkan BBM subsidi karena stok yang cepat habis.

“Kadang baru siang sudah habis. Banyak yang beli pakai derigen, bahkan bisa beberapa kali bolak-balik. Mereka terang-terangan pakai mobil losbak dan derigennya banyak,” ujarnya.


Petugas SPBU mengatakan pembelian BBM menggunakan derigen sebenarnya dibatasi dan harus mengikuti aturan yang berlaku. Namun dalam praktiknya, pengawasan sering kali sulit dilakukan karena tingginya permintaan masyarakat terhadap BBM subsidi.

Sementara itu, pihak PT Pertamina (Persero) mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM subsidi secara bijak dan sesuai peruntukannya. Pertalite sendiri diperuntukkan bagi masyarakat tertentu agar subsidi pemerintah dapat tepat sasaran.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait diharapkan dapat meningkatkan pengawasan di SPBU guna mencegah penimbunan serta penyalahgunaan BBM subsidi. Jika ditemukan pelanggaran, pelaku dapat dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


(Tim/Ap)