Ticker

6/recent/ticker-posts

Rayuan Bukber Berbuah Penuh Canda Tawa: Tim Departemen QMS Kompak “Mengejar” Kehadiran Sang Pimpinan, “Jangan Absen Lagi!” di Waroeng Kito Grogol


JAKARTA BARAT
– Info-Nusantara.com Suasana bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan cerita menarik di berbagai lingkungan kerja. Salah satunya datang dari sebuah departemen yang dengan penuh semangat menyiapkan acara buka puasa bersama (bukber) pada hari ke-22 Ramadhan 1447 Hijriah tahun 2026 di Waroeng Kito, kawasan Grogol, Jakarta Barat.

Namun, acara ini bukan sekadar buka puasa biasa. Di balik persiapan menu takjil, kegiatan tukar kado, serta canda tawa antar rekan kerja, terselip satu “misi penting” yang menjadi bahan guyonan bersama: merayu agar sang pimpinan, Samsul Djamaludin, akhirnya benar-benar hadir di acara bukber tersebut.

Nama Pak Samsul Djamaludin, yang menjabat sebagai Quality Assurance, Governance & Compliance Group Head, memang dikenal sebagai sosok yang sangat sibuk. Bahkan di kalangan tim, sudah menjadi semacam “legenda internal” bahwa setiap ada acara santai kantor, rekan-rekan selalu berseloroh,

“Pak Samsul pasti lagi rapat… atau lagi audit dunia.”

Tak heran, ketika undangan bukber dikirimkan melalui WhatsApp , pesan tersebut langsung dipenuhi candaan yang membuat anggota tim tertawa.

“Pokoknya kali ini kita rayu habis-habisan. Jangan sampai sejarah bukber tanpa Pak Samsul terulang lagi,” ujar salah satu anggota tim sambil tertawa.

Acara bukber sendiri dijadwalkan berlangsung pukul 17.00 WIB hingga selesai di Waroeng Kito, yang beralamat di Jl. Dr. Susilo III No.27, RT 06/RW 05, Grogol, Kecamatan Grogol Petamburan, Kota Jakarta Barat.

Selain berbuka puasa bersama, panitia juga menyiapkan kegiatan tukar kado sederhana yang disebut-sebut sebagai penyemangat Ramadhan sekaligus penghangat suasana kekeluargaan.

“Nilainya mungkin tidak besar, tapi yang penting seru. Tukar kado itu biasanya yang bikin ngakak. Kadang ada yang dapat hadiah serius, tapi ada juga yang dapat hadiah super nyeleneh,” kata salah satu panitia sambil bercanda.

Dalam pelaksanaan acara ini, koordinasi kegiatan dilakukan oleh Jumari, yang akrab disapa Mas Jum, bersama Bu Vina. Keduanya dikenal sebagai sosok yang aktif dan penuh semangat dalam menggerakkan kegiatan kebersamaan di lingkungan kerja.

Mas Jum disebut sebagai figur yang sigap mengatur jalannya persiapan acara, mulai dari menentukan lokasi hingga memastikan seluruh rekan kerja dapat hadir.

“Yang penting semua bisa kumpul, makan bareng, dan ketawa bareng. Ramadhan ini waktunya mempererat kebersamaan,” ujar Mas Jum.

Sementara itu Bu Vina juga dikenal sebagai sosok yang selalu antusias setiap kali ada kegiatan kebersamaan di kantor. Ia bahkan menjadi salah satu yang paling aktif mengajak rekan-rekan untuk meramaikan acara bukber tersebut.

“Sekali-kali kita kumpul santai. Jangan kerja terus. Biar Ramadhan juga terasa hangat kebersamaannya,” kata Bu Vina.

Tak kalah mencuri perhatian adalah sosok Juwanto, yang akrab disapa Ce oleh rekan-rekannya. Di antara anggota tim, Ce dikenal sebagai pribadi yang paling kocak dan paling banyak bicara, sehingga sering menjadi sumber candaan di grup percakapan kantor.

“Kalau Ce sudah mulai komentar, biasanya obrolan langsung berubah jadi stand-up comedy kantor,” ujar salah satu staf sambil tertawa.

Beberapa anggota tim bahkan sudah menyiapkan candaan khusus jika nanti Pak Samsul benar-benar datang.

“Ada yang bilang kalau Pak Samsul hadir, kita harus foto bareng buat bukti sejarah. Soalnya biasanya beliau cuma muncul di rapat penting,” ujar seorang staf sambil tertawa.

Candaan lain juga bermunculan di grup percakapan.

“Bukber tanpa Pak Samsul itu rasanya seperti kolak tanpa santan,” tulis salah satu anggota.

Yang lain langsung menimpali,

“Seperti rapat tanpa notulen… tetap jalan, tapi rasanya ada yang kurang.”

Tawa pun pecah di grup percakapan internal tersebut.

Meski penuh humor, undangan acara tetap dibuka dengan nuansa religius. Panitia menyertakan kutipan ayat suci Al-Qur’an tentang kewajiban berpuasa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَيْكُم مِّن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."

(QS. Al-Baqarah: 183)

Menurut panitia, ayat tersebut dipilih sebagai pengingat bahwa Ramadhan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen untuk memperkuat kebersamaan serta mempererat silaturahmi.

“Di kantor kita sering serius karena pekerjaan. Tapi Ramadhan ini jadi momentum untuk duduk santai, tertawa bersama, dan saling mengenal lebih dekat,” ujar salah satu panitia.

Waroeng Kito dipilih karena memiliki suasana santai khas warung keluarga yang dinilai cocok untuk acara bukber yang hangat dan penuh kebersamaan.

“Tempatnya sederhana, tapi suasananya enak buat ngobrol. Yang penting bukan mewahnya tempat, tapi kebersamaannya,” kata salah satu anggota tim.

Kini seluruh anggota departemen menantikan satu hal yang sama: apakah Pak Samsul Djamaludin benar-benar akan datang.

Jika benar hadir, para karyawan bahkan sudah menyiapkan satu kalimat bercanda yang konon akan langsung disampaikan kepadanya.

“Pak… ini bukan audit, ini bukber. Jadi santai saja,” kata Ce (Juwanto) sambil tertawa terbahak.

Bagi mereka, kehadiran sang pimpinan bukan sekadar formalitas, tetapi simbol kebersamaan yang jarang terjadi di tengah kesibukan pekerjaan.

Dan siapa tahu, jika rayuan penuh humor itu berhasil, bukber tahun ini bukan hanya meninggalkan kenangan manis di bulan Ramadhan, tetapi juga cerita lucu yang akan terus dikenang di kantor selama bertahun-tahun.zakaria(Bang zeck)


Red