Ticker

6/recent/ticker-posts

Bahlil Buka Suara: Proyek DME Pengganti LPG Dihambat, Masalahnya Bukan di Gas Tapi di C3-C4

Bahlil Buka Suara: Proyek DME Pengganti LPG Dihambat, Masalahnya Bukan di Gas Tapi di C3-C4


Jakarta, info-nusantara.com
Pemerintah menegaskan komitmen dorong hilirisasi energi lewat proyek pengolahan batu bara menjadi _Dimethyl Ether_ (DME) sebagai alternatif LPG. Namun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap ada hambatan struktural dan teknis yang belum terurai.

*Impor LPG Bebani Neraca Energi*  
Bahlil menyebut pengembangan DME krusial karena Indonesia masih tinggi ketergantungan impor LPG. “Ini membebani neraca energi nasional,” kata Bahlil, Jumat (2/5/2026).

*Masalahnya Bukan Gas, Tapi Jenisnya*  
Menurut Bahlil, persoalan bukan pada ketersediaan gas. Cadangan gas domestik justru melimpah. Masalahnya ada di karakteristik gas.

Sebagian besar cadangan gas Indonesia didominasi metana dan etana (C1 dan C2). Sementara LPG yang dipakai masyarakat berasal dari propana dan butana (C3 dan C4), yang jumlahnya terbatas di dalam negeri.

“Secara cadangan kita punya gas, tapi jenisnya tidak cocok untuk LPG. C3 dan C4 kita sedikit. Makanya DME dari batu bara jadi solusi,” jelas Bahlil.

*DME: Solusi Kurangi Impor*  
DME bisa disubstitusi jadi bahan bakar pengganti LPG untuk rumah tangga. Bahan bakunya batu bara kalori rendah yang melimpah di Indonesia. Proyek ini masuk program hilirisasi prioritas.

Namun Bahlil mengakui proyek DME menghadapi hambatan. Ia belum merinci pihak yang menghambat, tapi menegaskan pemerintah akan terus dorong. “Ini untuk kedaulatan energi. Kita tidak boleh terus-menerus impor,” tegasnya.
Penutup

Rls / Erick. H / Tim / Redaksi