Ticker

6/recent/ticker-posts

Pengurus Pondok Pesantren Sudah Off Beberapa Tahun Yang Lalu

Gambar adalah ilustrasi


Wonogiri, info-nusantara.com
Penangkapan E menguak konflik internal yang terjadi di dalam manajemen pondok pesantren tersebut. Pihak pengurus yayasan mengaku sudah angkat tangan terhadap perilaku E yang dinilai tidak transparan dan sulit dikendalikan. Rumah Ketua Yayasan sebenarnya berada persis di depan kompleks ponpes, namun keberadaan pengurus tidak pernah dianggap oleh E.

"Kita semua pengurus sudah empat tahun off (nonaktif) karena E susah dikendalikan pengurus. Keuangan tidak terbuka, program pengurus tidak dilaksanakan dan bertolak belakang," ungkap salah satu pengurus yayasan yang enggan disebutkan namanya.

Pondok pesantren ini dirintis oleh E sejak tahun 2012 dengan modal awal yang sangat terbatas dan hanya memiliki 7 santri. Untuk membangun gedung pondok, E bahkan berutang ke bank sebesar Rp350 juta yang ia cicil selama belasan tahun menggunakan gajinya sebagai polisi. Saat ini, ponpes tersebut mengasuh sekitar 500 santri yang seluruhnya digratiskan dari biaya apa pun. E juga dikenal sering mengisi dakwah di berbagai tempat dengan mengenakan atribut Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). (Ang.S)