PACITAN, info-nusantara.com
Keberadaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan, yang berada sangat berdekatan dengan fasilitas pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pom Mini, menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Lokasi tersebut mendapat perhatian karena aktivitas dapur SPPG dan pengisian BBM berada dalam lingkungan yang relatif berdekatan. Kondisi ini dinilai masyarakat perlu mendapatkan perhatian serius, terutama menyangkut aspek keselamatan, keamanan, serta potensi risiko apabila terjadi kebocoran bahan bakar atau sumber api di sekitar lokasi.
Sejumlah warga sekitar mengaku khawatir dengan keberadaan dua aktivitas yang memiliki karakter berbeda tersebut dalam satu kawasan. Dapur SPPG setiap hari memiliki aktivitas memasak yang tentunya melibatkan peralatan dan sumber panas, sementara di sisi lain terdapat fasilitas penyimpanan maupun penyaluran BBM.
“Kami bukan bermaksud menghambat program SPPG. Kami mendukung program pemenuhan gizi masyarakat, tetapi lokasi juga harus diperhatikan. Kalau berdekatan dengan Pom Mini, kami tentu merasa khawatir terhadap keselamatan warga dan pekerja,” ujar salah seorang warga sekitar saat ditemui info-nusantara pada Rabu 19/08/26 siang yang meminta identitasnya tidak disebutkan.
Warga lainnya berharap pemerintah maupun instansi terkait melakukan pemeriksaan langsung terhadap kondisi lokasi tersebut. Menurutnya, persoalan utama bukan hanya mengenai keberadaan dapur SPPG, tetapi juga bagaimana memastikan standar keselamatan dan lingkungan benar-benar terpenuhi.
“Kalau memang sudah dinyatakan memenuhi persyaratan, kami berharap pemerintah menjelaskan dasar dan hasil pemeriksaannya kepada masyarakat agar tidak menimbulkan keresahan,” kata warga lainnya.
Masyarakat juga meminta agar aspek jarak, sumber api, ventilasi, penyimpanan bahan bakar, akses kendaraan pemadam, hingga kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat menjadi bagian dari evaluasi.
Sorotan warga ini bukan berarti menolak keberadaan SPPG. Justru masyarakat berharap program pemenuhan gizi dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan faktor keselamatan.
info-nusantara.com berupaya mengedepankan prinsip keberimbangan. Karena itu, pihak pengelola SPPG maupun instansi pemerintah yang berwenang diharapkan memberikan penjelasan mengenai status perizinan, hasil pemeriksaan kelayakan lokasi, serta standar keselamatan yang menjadi dasar operasional dapur SPPG tersebut.
Hingga berita ini ditulis, kekhawatiran masyarakat masih menjadi bahan perbincangan. Warga berharap persoalan tersebut segera mendapat klarifikasi dan pemeriksaan dari instansi terkait agar tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
Info-Nusantara
Jendela Informasi Nusantara





























