Ticker

6/recent/ticker-posts

BRI BO Sanggau Perkuat Sistem Keamanan dan Kelangsungan Bisnis, Satpam hingga Unit Supervisi Dibina

BRI BO Sanggau Perkuat Sistem Keamanan dan Kelangsungan Bisnis, Satpam hingga Unit Supervisi Dibina

JAKARTA, info-nusantara.com
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan maupun situasi darurat di lingkungan kerja, BRI Branch Office (BO) Sanggau menggelar kegiatan sosialisasi Business Continuity Management (BCM) yang dirangkaikan dengan simulasi kebakaran serta pembinaan terhadap satuan pengamanan (Satpam) BRI BO Sanggau dan Unit Supervisi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan pemahaman seluruh personel terhadap pentingnya kesiapan menghadapi risiko, sekaligus memastikan kegiatan operasional tetap dapat berjalan apabila sewaktu-waktu terjadi gangguan maupun kondisi krisis.

Branch Office Head BRI BO Sanggau, Tri Adhi Tanuwidjaya, menyampaikan bahwa sosialisasi BCM tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran setiap personel agar memiliki pola pikir yang proaktif dan antisipatif terhadap berbagai potensi risiko di lingkungan kerja.

Menurutnya, setiap personel memiliki peran penting dalam menjaga keamanan, keberlangsungan operasional serta memberikan respons yang tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“Melalui sosialisasi BCM ini, kami ingin membangun awareness dan pemahaman seluruh personel agar lebih proaktif serta antisipatif terhadap potensi risiko yang dapat terjadi di lingkungan kerja,” ujar Tri Adhi Tanuwidjaya.

Business Continuity Management merupakan pendekatan manajemen yang bertujuan memastikan organisasi mampu menghadapi gangguan, merespons kondisi krisis, serta memulihkan aktivitas operasional dalam waktu yang tepat.

" Dalam kegiatan tersebut, personel diberikan pemahaman mengenai pentingnya kesiapan menghadapi berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam, kebakaran maupun gangguan teknis yang berpotensi menghambat kegiatan operasional," jelas Tri Adhi Tanuwidjaya.

Lebih lanjut jelas Tri Adhi Tanuwidjaya, kesiapan tersebut diperlukan agar setiap individu memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, mulai dari respons awal, pengamanan lingkungan, evakuasi hingga upaya pemulihan kegiatan operasional. Selain meningkatkan keselamatan personel, penerapan BCM juga berkaitan erat dengan perlindungan terhadap aset dan keberlangsungan layanan kepada nasabah.

"Dengan kesiapan yang baik, dampak gangguan terhadap aktivitas bisnis diharapkan dapat diminimalkan dan proses pemulihan dapat dilakukan secara lebih cepat serta terkoordinasi," tegasnya.

Salah satu rangkaian kegiatan yang mendapat perhatian adalah pelaksanaan simulasi penanganan kebakaran. Melalui simulasi tersebut, personel tidak hanya mendapatkan pemahaman secara teori, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik mengenai tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

" Simulasi menjadi bagian penting dalam membangun respons cepat dan terukur. Personel diharapkan mampu memahami prosedur keselamatan, mengenali potensi bahaya serta mengambil langkah yang tepat untuk mencegah situasi berkembang menjadi lebih besar," ungkap Tri Adhi Tanuwidjaya.

Selain sosialisasi BCM dan simulasi kebakaran, kegiatan juga dirangkaikan dengan pembinaan terhadap Satpam BRI BO Sanggau serta Unit Supervisi.Pembinaan tersebut menjadi bagian dari penguatan aspek keamanan dan kesiapsiagaan di lingkungan kerja.

"Satpam sebagai salah satu unsur yang berada di garis depan dalam menjaga keamanan lingkungan kantor memiliki peran penting dalam melakukan deteksi dini, pengawasan serta memberikan respons awal apabila terjadi gangguan keamanan maupun keadaan darurat," tegas Tri Adhi Tanuwidjaya.

Dengan pembinaan secara berkelanjutan, diharapkan personel keamanan semakin memahami tugas dan tanggung jawabnya serta mampu menjalankan prosedur sesuai ketentuan yang berlaku.

*Menjaga Layanan Tetap Berjalan**

Tri Adhi Tanuwidjaya juga menegaskan bahwa kesiapan menghadapi risiko merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan layanan perbankan.
Gangguan yang terjadi sewaktu-waktu dapat memberikan dampak terhadap aktivitas operasional. Karena itu, kesiapan personel, prosedur yang jelas serta koordinasi yang baik menjadi faktor penting dalam memastikan layanan dapat segera dipulihkan.

“BCM pada prinsipnya bagaimana kita mempersiapkan diri agar ketika terjadi gangguan atau krisis, kita sudah mengetahui apa yang harus dilakukan sehingga operasional dapat segera dipulihkan dan dampaknya dapat diminimalkan,” tutupnya.
Penutup.

RED / IN