
Dalam kesempatan tersebut, drg. Heni Lastari, M.Kes., menyampaikan bahwa pembelajaran mengenai pengelolaan rumah sakit, termasuk alur pelayanan, tidak selalu harus dilakukan di rumah sakit besar. Menurutnya, berbagai aspek mendasar yang terkadang luput dari perhatian justru dapat menjadi sumber pembelajaran penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Oleh karena itu, RSUD dr. Darsono Pacitan dinilai menjadi tempat yang tepat untuk berbagi pengalaman dan mempelajari praktik pengelolaan pelayanan rumah sakit.
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, M.M., menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menegaskan bahwa RSUD dr. Darsono terbuka untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman dengan rumah sakit lain sebagai bagian dari upaya bersama dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, efektif, dan berkualitas.

Rangkaian kegiatan studi tiru dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas pelayanan, meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Rawat Inap Bugenvil 1. Selain melihat secara langsung proses pelayanan, rombongan RSUD Dr. Hardjono Ponorogo juga berdiskusi mengenai alur pelayanan pasien, khususnya mekanisme pelayanan kesehatan dengan penjaminan Biakes Maskin yang bertujuan membantu pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi dan kolaborasi yang semakin kuat antara RSUD dr. Darsono Pacitan dan RSUD Dr. Hardjono Ponorogo. Pertukaran pengetahuan dan pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat tata kelola rumah sakit, meningkatkan efektivitas alur pelayanan, serta mendorong terwujudnya layanan kesehatan yang berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.(*)





























