Ticker

6/recent/ticker-posts

Sinergi Proses Kerja QAGC 2026:“How To Achieve, How To Control”JNE Perkuat Kendali Mutu dan Budaya Perubahan di Usia 35 Tahun


JAKARTA
Info-Nusantara.com Jumat. 16 / 01 / 2026 Menghadapi dinamika industri logistik yang semakin kompleks dan kompetitif di awal tahun 2026, JNE Express terus memperkokoh fondasi operasional melalui penguatan tata kelola dan sistem kendali mutu yang terintegrasi. 

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menggelar workshop strategis bertajuk “Sinergi Proses Kerja QAGC 2026: How To Achieve, How To Control”, yang berlangsung pada Kamis pagi (15/1/2026) di Yayasan Taman Yatim Piatu Tunanetra Suprapto Suparno, Jl. Pusdiklat Depnaker, Makasar, Jakarta Timur.

Workshop ini menjadi momentum penting bagi JNE, tidak hanya sebagai agenda strategis perusahaan, tetapi juga sebagai refleksi perjalanan 35 tahun JNE melayani Indonesia dengan semangat “Bergerak Bersama”. 


Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk memperkuat peran Quality Assurance, Governance & Compliance Group (QAGC) sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas layanan, kepatuhan terhadap regulasi, serta integritas proses bisnis perusahaan.

Sinergi dan Konsolidasi sebagai Fondasi Penguatan QAGC

Ketua Panitia kegiatan, Elva Mora, dalam sambutannya menegaskan bahwa workshop ini merupakan ruang konsolidasi strategis bagi seluruh insan QAGC di lingkungan JNE. Menurutnya, tantangan ke depan tidak dapat dihadapi secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas fungsi yang kuat dan berkelanjutan.

“Workshop Sinergi QAGC 2026 ini bukan sekadar forum diskusi atau pemaparan program kerja. Ini adalah titik awal untuk menyatukan visi, menyamakan persepsi, dan memperkuat kolaborasi lintas fungsi. Setiap insan QAGC harus memahami perannya dalam menjaga kualitas, kepatuhan, dan tata kelola perusahaan secara menyeluruh,” ujar Elva Mora.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan sistem kendali tidak hanya ditentukan oleh prosedur dan regulasi, tetapi juga oleh kesadaran kolektif dan komitmen seluruh insan QAGC dalam menjalankan proses kerja yang disiplin, transparan, serta berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

“Perubahan tidak akan berjalan jika hanya tertulis di atas kertas. Perubahan harus hidup dalam budaya kerja sehari-hari,” tegasnya.

QAGC sebagai Business Partner Strategis

Pada kesempatan yang sama, Acik Maratul Khosyiah, selaku Manager QMS, menekankan bahwa keberhasilan konsep How to Achieve Control sangat bergantung pada konsistensi implementasi di lapangan serta peran aktif pimpinan unit dalam mengawal perubahan.

Menurutnya, QMS tidak boleh hanya diposisikan sebagai fungsi pengawasan, melainkan harus hadir sebagai business partner yang memberikan nilai tambah bagi operasional perusahaan.

“QMS harus mampu berbicara dengan data, memberi solusi, dan hadir sejak awal proses, bukan hanya di akhir sebagai pemeriksa. Dengan pendekatan ini, kontrol menjadi bagian dari budaya kerja, bukan sekadar kewajiban administratif,” jelas Acik.

Ia juga menegaskan pentingnya penguatan kompetensi sumber daya manusia QMS agar mampu mengikuti perkembangan bisnis dan teknologi logistik yang semakin dinamis.

“Penguatan kapabilitas tim—baik dalam pemahaman regulasi, manajemen risiko, maupun pemanfaatan sistem digital—menjadi kunci. Dengan SDM yang kuat dan proses yang selaras, QMS dapat menjadi motor penggerak perubahan berkelanjutan di JNE,” tambahnya.

Perubahan sebagai Kunci Menjawab Tantangan 2026

Sementara itu,Bapak Samsul Djamaluddin, selaku Group QAGC, dalam sambutannya menegaskan bahwa perubahan merupakan kata kunci dalam menjawab tantangan operasional JNE di tahun 2026 dan seterusnya. 

Meningkatnya volume pengiriman, ekspektasi pelanggan yang semakin tinggi, serta tuntutan kepatuhan terhadap regulasi nasional dan standar global, menuntut transformasi cara kerja secara menyeluruh.

“Perubahan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Jika ingin tetap relevan dan dipercaya, maka cara kerja lama harus berani dievaluasi dan disempurnakan. QAGC memiliki peran strategis dalam memastikan pertumbuhan bisnis JNE tetap berada dalam koridor tata kelola yang baik,” tegas Bapak Samsul Djamaluddin.


Ia menjelaskan bahwa konsep How to Achieve Control bukan dimaknai sebagai pembatas ruang gerak operasional, melainkan sebagai alat kendali yang memberikan kepastian, keamanan, dan keandalan proses.

“Kontrol yang tepat akan menekan risiko sejak dini, meningkatkan kepercayaan pelanggan, serta membuat proses bisnis lebih cepat dan efisien. Kontrol yang baik bukan memperlambat, melainkan memperkuat,” ujarnya.

Transformasi Pengawasan di Era Digital

Berbagai diskusi dalam workshop ini menyoroti pentingnya pemanfaatan data, audit internal yang lebih responsif, serta penerapan sistem peringatan dini (early warning system) dalam meminimalisir risiko operasional. Sinergi antarunit dalam QAGC dinilai menjadi kunci agar pengawasan berjalan terintegrasi dari hulu ke hilir.

Para peserta juga diajak memahami bahwa kepatuhan terhadap regulasi pemerintah dan standar internasional bukan sekadar kewajiban, tetapi dapat menjadi nilai tambah dan keunggulan kompetitif bagi JNE di tengah persaingan industri logistik global.

Kepedulian Sosial dan Kebersamaan

Menariknya, workshop ini juga diwarnai dengan aksi kepedulian sosial. Panitia menggelar penggalangan donasi sukarela dari para peserta yang kemudian disalurkan kepada Masjid Jami Soeprapto Soeparno di sekitar lokasi kegiatan. 

Aksi ini mencerminkan semangat Bergerak Bersama yang tidak hanya diwujudkan dalam konteks bisnis, tetapi juga kepedulian sosial dan nilai kemanusiaan.

Door Prize dan Semangat Peserta

Suasana workshop semakin semarak dengan sesi door prize yang menjadi agenda paling ditunggu peserta. Salah satu penerima hadiah, Zakaria Agustono atau yang akrab disapa Bang Zeck, mengaku bersyukur atas hadiah yang diterimanya.


“Alhamdulillah, ini menjadi kebahagiaan tersendiri, bukan hanya untuk saya, tetapi juga keluarga di rumah. Momen seperti ini menambah semangat kami untuk terus berkontribusi dan bergerak bersama membangun JNE yang lebih baik,” ujarnya.

Menuju Standar Kendali Mutu Global

Workshop ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum penguatan kualitas layanan JNE. Hasil pembahasan dan protokol kerja yang disepakati akan menjadi dasar implementasi kebijakan QAGC di seluruh cabang JNE di Indonesia.

Dengan sinergi yang solid, kendali mutu yang kuat, serta semangat perubahan berkelanjutan, JNE optimistis mampu terus menjaga kepercayaan pelanggan dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemimpin industri logistik nasional di usia pengabdian ke-35 tahun. 

Penutup.


( Erick / Agus / Red )