Ticker

6/recent/ticker-posts

Ketua Umum ESI Pacitan: Esport Bukan Sekadar Game, Tapi Jalan Prestasi dan Karier

Ketua Umum ESI Pacitan: Esport Bukan Sekadar Game, Tapi Jalan Prestasi dan Karier

Pacitan, info-nusantara.com
Dunia gim kompetitif atau esport kini tidak lagi dipandang sebagai sekadar hiburan semata. Hal itu disampaikan Ketua Umum Endriana Wahyu Alita dalam podcast bersama tim kreatif Decaa.id pada senin 16/02/2026 yang membahas transformasi gaming menjadi ekosistem prestasi, profesi, hingga peluang ekonomi bagi generasi muda.

Menurutnya, perbedaan mendasar antara gamer biasa dan atlet esport terletak pada tujuan serta pola latihan. Jika gamer bermain untuk hiburan, atlet esport menjadikan permainan sebagai profesi dengan jadwal latihan disiplin hingga belasan jam, termasuk analisis strategi, evaluasi pertandingan, dan penguatan mental.

“Di level profesional, esport itu sama seperti olahraga lain. Ada latihan terstruktur, target prestasi, bahkan dukungan pelatih fisik dan psikolog,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa stigma lama yang menganggap bermain game sebagai aktivitas membuang waktu mulai bergeser. Kini, masyarakat melihat gaming sebagai peluang karier nyata, mulai dari atlet profesional, kreator konten, hingga profesi di balik industri seperti pengembang game dan analis data.
Meski demikian, kekhawatiran soal kesehatan fisik, kecanduan, serta perilaku toksik di komunitas online masih menjadi catatan penting. Karena itu, literasi digital dan pengawasan orang tua tetap diperlukan, khususnya bagi pemain usia muda.

Dalam diskusi tersebut ditegaskan bahwa esport memiliki spektrum luas. Bagi sebagian orang, ia hanya hiburan. Namun bagi pemain yang serius, esport bisa menjadi jalur prestasi hingga sumber penghasilan utama. Bahkan karier di industri ini tidak terbatas pada pemain, tetapi juga pelatih, analis, caster, hingga penyelenggara turnamen.

Endriana menekankan bahwa dunia gaming sebenarnya melatih banyak keterampilan hidup, seperti disiplin, kerja sama tim, dan kemampuan strategi. Game kompetitif, terutama berbasis tim, menuntut komunikasi efektif, pengambilan keputusan cepat, serta kemampuan membaca situasi secara taktis.

Teknologi Jadi Motor Utama
Perkembangan internet berkecepatan tinggi, server regional, serta perangkat dengan refresh rate tinggi turut mempercepat pertumbuhan esport. Teknologi streaming juga membuat pertandingan dapat ditonton jutaan orang secara real-time, menjadikan esport sebagai tontonan massal layaknya olahraga konvensional.

Daya Tarik Besar bagi Anak Muda
Fenomena meningkatnya minat generasi muda terhadap esport dipengaruhi beberapa faktor: akses mudah melalui smartphone, ruang sosial digital yang luas, peluang karier nyata, serta sensasi kompetisi yang memacu adrenalin. Bagi generasi digital native, esport dianggap sebagai bentuk olahraga paling relevan dengan zaman.

Peran Komunitas dan Peluang Daerah
Komunitas disebut sebagai jantung ekosistem esport karena menjadi wadah pencarian bakat, berbagi strategi, hingga membentuk mentalitas sportif. Pemuda daerah pun kini memiliki peluang yang sama dengan pemain kota besar berkat internet, baik sebagai atlet, kreator konten, maupun penyelenggara turnamen lokal.
Tantangan Nyata di Balik Gemerlap
Di balik potensi besar, dunia esport juga memiliki tantangan serius, seperti masa karier yang relatif singkat, risiko cedera fisik akibat latihan intensif, tekanan mental dari kompetisi, hingga ketergantungan pada popularitas game tertentu.

Endriana menutup diskusi dengan menegaskan bahwa kunci sukses di dunia esport adalah keseimbangan antara latihan, kesehatan, pendidikan, dan dukungan lingkungan.
“Esport itu peluang besar, tapi harus dijalani dengan disiplin, etika, dan kesiapan mental. Kalau itu terpenuhi, anak daerah pun bisa bersaing di panggung nasional bahkan internasional,” pungkasnya.(*)