Ticker

6/recent/ticker-posts

Menaker Lantik 12 Pejabat Eselon II, Perkuat Layanan Ketenagakerjaan


JAKARTA
Info-Nusantara.com Rabu. 8 / 4 / 2026 Menteri Ketenagakerjaan Yassierli resmi melantik dan mengambil sumpah jabatan 12 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, Selasa (7/4/2026).

Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas layanan ketenagakerjaan nasional.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor. Pengisian jabatan dinilai krusial karena berkaitan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pekerja, pencari kerja, dan dunia usaha.

Dari total pejabat yang dilantik, sebanyak 11 orang merupakan hasil seleksi terbuka, sementara satu lainnya berasal dari mekanisme mutasi antarinstansi. Menaker Yassierli menegaskan bahwa proses tersebut mencerminkan komitmen Kemnaker dalam menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme dalam pengelolaan aparatur sipil negara (ASN).

“Jabatan adalah kepercayaan. Jabatan adalah sarana untuk memberikan pelayanan, menghadirkan dampak, dan meninggalkan legacy bagi bangsa. Jabatan juga merupakan bentuk pengorbanan,” ujar Yassierli dalam sambutannya.

Ia menambahkan, tantangan sektor ketenagakerjaan saat ini semakin kompleks, seiring besarnya jumlah angkatan kerja nasional yang mencapai 155,27 juta orang. Selain itu, perkembangan teknologi informasi turut mendorong meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pemerintah.

Dalam konteks tersebut, Yassierli meminta para pejabat yang baru dilantik untuk menghadirkan pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan berdampak nyata. Kinerja mereka dinilai akan menentukan kualitas layanan di berbagai sektor strategis, mulai dari pasar kerja, pelatihan vokasi, hingga penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

“Ini menjadi tantangan yang tidak mudah. Karena itu, saya meminta seluruh jajaran, terutama pejabat yang baru dilantik, untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia memaparkan tujuh tantangan utama yang dihadapi Kemnaker, di antaranya penguatan keterkaitan (link and match) antara dunia kerja dan pelatihan vokasi, penyediaan pekerjaan layak dan inklusif, pembaruan regulasi ketenagakerjaan, serta penegakan norma dan keselamatan kerja.

Selain itu, pengembangan sistem informasi pasar kerja melalui platform SiapKerja juga menjadi fokus utama. Platform ini diharapkan mampu meningkatkan akses dan transparansi informasi bagi masyarakat.

Sebagai respons atas berbagai tantangan tersebut, Kemnaker tengah menjalankan enam agenda transformasi, antara lain memperkuat kepercayaan publik, mentransformasi layanan berbasis kebutuhan masyarakat, meningkatkan kompetensi tenaga kerja melalui program upskilling dan reskilling, serta mendorong hubungan industrial yang harmonis dan berkeadilan.

Adapun pejabat yang dilantik di antaranya Irma Puspita sebagai Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara serta R. Nurhidajat sebagai Kepala Pusat Pasar Kerja, bersama sejumlah pejabat strategis lainnya di berbagai bidang.

Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat reformasi birokrasi di tubuh Kemenaker, sekaligus meningkatkan kualitas layanan ketenagakerjaan yang adaptif terhadap dinamika pasar kerja, baik di tingkat nasional maupun global.

Penutup


( Rls / Erick / Ida / Red )