Jakarta, info-nusantara.com
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menjalin kerja sama strategis dengan SMK Jakarta Selatan II melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pemanfaatan Fasilitas Layanan Perbankan dan Kelas Industri. Langkah ini merupakan wujud komitmen BNI dalam memperkuat kontribusi mencetak generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja sekaligus mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri.
Kerja sama ini dikukuhkan lewat penandatanganan kerja sama (PKS) antara BNI dan SMK Jakarta Selatan II yang digelar pada 8 Juni 2026, selaras dengan rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-80 BNI. Hadir dalam kesempatan tersebut Regional CEO BNI Wilayah 15 Koko Prawira Butar Butar beserta jajaran dan Kepala Dinas Pendidikan Jakarta Selatan II Sarwoko beserta jajaran
diantaranya :
- SMK Purnama 1 Jakarta -> Hayatin
- SMK Islam Andalus -> Huda
- SMK Al Falah -> Masruroh
- SMK Dharma Karya -> Siti Afrida Sutriana
- SMK 17 Agustus 1945 2 -> Winarno
- SMK ASISI -> Paskalis Doman
- SMK Gita Kirtti 1 -> Widibyo
- SMK Daarul Uluum -> Popy Sopiyati
- SMK Bina Putra Jakarta -> Hamdiah
- SMK Karya Teladan -> Mansyur
- SMK RPI -> Ahmad Azka Irfani
- SMK YPK Kesatuan -> Linawati, S.Pd
- SMK Budi Asih -> DRA Nanih Kusnaeni
- SMK As-Syafi'iyah Jakarta -> Endah Kusuma Dwi Astuti
- SMK Al Hidayah 1 Jakarta -> Muhammad Zainuddin
- SMK Mitra Pembangunan -> Ahmad Fuad Syibli S.Ds
- SMK Pembangunan Jaya Yakapi -> Andriani
- Tarakanita Mampang -> Sr Yudith M. Maryani, CB
- SMK Tunas Pembangunan -> Agung Wibowo WP S.Pd
Regional CEO BNI Wilayah 15 Koko Prawira Butar Butar mengatakan bahwa inisiatif tersebut merupakan wujud komitmen BNI dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
"Melalui program Kelas Industri, BNI menghadirkan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan industri perbankan modern sehingga mampu membekali siswa dengan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja saat ini," kata Koko dalam keterangan tertulis.
Koko melanjutkan, kerja sama ini dirancang untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi siswa, tenaga pendidik, maupun institusi sekolah.
Selain meningkatkan kompetensi teknis, program tersebut juga diharapkan mampu memperluas wawasan siswa mengenai industri jasa keuangan serta mendorong peningkatan literasi dan inklusi keuangan di kalangan generasi muda.
Untuk merealisasikan program ini, BNI bersama Dinas Pendidikan Jakarta Selatan II telah melakukan berbagai tahapan koordinasi sejak akhir 2025, mulai dari penyelarasan visi, penyusunan materi pembelajaran, hingga sinkronisasi kurikulum agar sesuai dengan kebutuhan industri perbankan dan kondisi pembelajaran di sekolah.
Dalam pelaksanaannya, program ini didukung oleh berbagai unit kerja BNI. Divisi Network & Services Development (NSD) bersama BNI University berperan dalam pengembangan kurikulum dan materi pembelajaran guna menciptakan konsep link and match yang optimal antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri.
Sementara itu, Divisi Agen46 bersama Kantor Wilayah 15 BNI mendorong implementasi program kewirausahaan dan inklusi keuangan yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman praktik secara langsung.
Melalui pendekatan tersebut, para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai layanan perbankan dan industri jasa keuangan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan ekosistem Agen 46. Pengalaman praktik tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi siswa sekaligus meningkatkan kesiapan mereka untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Lebih lanjut, Koko menambahkan bahwa kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam menyiapkan talenta muda yang mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis.
"Melalui kerja sama ini, BNI berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing tinggi," tegas Koko.
Program Kelas Industri juga menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BNI dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi sekaligus mempersiapkan generasi emas Indonesia yang siap menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di masa depan.
Melalui sinergi antara sektor pendidikan dan industri, BNI optimistis dapat turut menciptakan sumber daya manusia yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki literasi keuangan yang baik, jiwa kewirausahaan yang kuat, serta kemampuan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Penutup.
Redaksi





























