Ticker

6/recent/ticker-posts

PT. Jabon Group Nusantara Menyediakan Fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) Yang Telah Mengantongi Sertifikasi Halal

PT. Jabon Group Nusantara Menyediakan Fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) Yang Telah Mengantongi Sertifikasi Halal

Jakarta, info-nusantara.com
PT. Jabon Group Nusantara, salah satu member dari Masyarakat Perkelincian Indonesia (Makindo), unjuk gigi dalam pameran yang digelar di Jakarta pada Selasa (16/6/2026). Perusahaan binaan IPB University ini memperkenalkan lini bisnis mereka yang berfokus pada pengembangan sektor peternakan kelinci pedaging di Indonesia, mulai dari hulu hingga hilir.

CEO PT. Jabon Group Nusantara, Octavian Fauzi, mengungkapkan bahwa dalam menjalankan bisnisnya, perusahaan telah menjalin kolaborasi strategis dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan Pertamina Foundation. Kemitraan ini bertujuan untuk memberdayakan serta mengedukasi para peternak kecil, khususnya yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

"Kami mengumpulkan peternak-peternak kecil untuk diedukasi. Hasil ternak mereka kemudian kami serap untuk dijadikan produk olahan, baik di sektor tengah maupun hilir," ujar Octavian saat ditemui di area pameran.

Di sektor tengah, PT. Jabon Group Nusantara menyediakan fasilitas Rumah Potong Hewan (RPH) yang telah mengantongi sertifikasi halal di wilayah Bogor dan Sukabumi. Sementara di sektor hilir, perusahaan melakukan inovasi dengan menciptakan produk sambal daging kelinci pertama di Indonesia, serta varian produk olahan lain seperti nugget, risol, dan bakso yang semuanya berbasis daging kelinci.

Manfaat Kesehatan Daging Kelinci dan Pangsa Pasar
Lebih lanjut, 
" Octavian menjelaskan bahwa daging kelinci memiliki keunggulan kesehatan yang belum banyak diketahui masyarakat luas. Berdasarkan riset yang dilakukan bersama BRIN, daging kelinci berkhasiat untuk membantu penyembuhan asma serta menjadi alternatif alami dalam menurunkan risiko diabetes, karena memiliki kandungan yang rendah lemak dan rendah kolesterol " katanya

Saat ini, pangsa pasar produk PT. Jabon Group Nusantara berfokus di wilayah Jabodetabek dan Bali. Produk hilir tersebut dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu Human food (makanan untuk konsumsi manusia) dan produk untuk 
pet anabul (hewan peliharaan), yang didistribusikan ke wilayah Jabodetabek, Bandung, hingga Bali.

Tantangan Supply dan Harapan kepada Pemerintah.

Meski permintaan ( demand) di pasar terus melonjak, Octavian mengakui bahwa tantangan terbesar saat ini adalah ketersediaan pasokan (supply) yang masih minim. Sukabumi dan Bogor saat ini masih menjadi sentra penghasil kelinci terbesar bagi perusahaan, disusul Solo dan Banjarnegara di Jawa Tengah, serta Kalimantan Utara yang menjadi wilayah binaan bersama Pertamina Foundation.
Melalui pameran ini, PT. Jabon Group Nusantara menargetkan untuk menjaring para peternak muda baru guna memperkuat rantai pasok. Pada tahun 2026 ini, perusahaan juga berfokus mengembangkan fasilitas close house serta memperkuat sektor hulu peternakan.

Menutup wawancara, Octavian menyampaikan harapannya kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian, agar memberikan perhatian yang setara terhadap komoditas kelinci pedaging.

 "Kami berharap Kementerian Pertanian tidak hanya berfokus pada komoditas ayam atau sapi saja, tetapi juga memberikan awareness tersendici bagi kelinci. Daging kelinci ini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan komoditas yang sangat potensial dengan permintaan pasar dan manfaat kesehatan yang tinggi. Kami berharap hal ini bisa didukung penuh dari sisi regulasi," pungkasnya.
Penutup.

Erick.H / Redaksi