Ticker

6/recent/ticker-posts

Operasi Halilintar di Nabire: 200 Hektare Hutan Direbut dari PETI, 10 Alat Berat Disita di Tengah Gerimis

Operasi Halilintar di Nabire: 200 Hektare Hutan Direbut dari PETI, 10 Alat Berat Disita di Tengah Gerimis


Jakarta, info-nusantara.com
Satgas Penegakan Hukum (Satgas PKH) Korwil Nabire tertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hutan Distrik Siriwo dan Distrik Uwapa, Kabupaten Nabire, Senin (4/5/2026) dini hari.

Operasi dipimpin langsung Komandan Satgas Halilintar Brigjen TNI Edwin Apria Chandra. Langkah ini bagian dari penegakan hukum sekaligus penyelamatan kawasan hutan yang rusak akibat tambang ilegal.

*Medan Berat, Gerimis: 200 Hektare Hutan Direbut Kembali*  
Personel Satgas hadapi medan berat dengan cuaca gerimis dan akses hutan sulit dijangkau. Meski demikian, operasi berjalan sesuai rencana hingga aparat kuasai kembali area hutan seluas lebih dari 200 hektare yang sebelumnya dipakai PETI.

*10 Alat Berat Disita, Operator & Pengawas Diamankan*  
Petugas amankan 10 unit alat berat yang diduga dipakai PETI: 6 excavator dan 4 loader.

Beberapa operator alat berat dan pengawas tambang di lokasi turut diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

*Pasang Plang Penguasaan, Operasional Dihentikan*  
Sebagai tindak lanjut, Satgas PKH hentikan operasional seluruh alat berat dan pasang plang penguasaan di titik strategis sebagai penanda area sudah dalam pengawasan aparat.

*Sinergi Kodam XVII & Korem 173 Diperkuat*  
Operasi penertiban ini didukung jajaran teritorial Kodam XVII/Cenderawasih dan Korem 173/Praja Vira Braja. Sinergi lintas aparat akan terus diperkuat jaga stabilitas keamanan dan cegah kerusakan lingkungan akibat PETI di Papua Tengah.

TNI tegaskan komitmen terus kerja sama dengan aparat penegak hukum dan pemda jaga kelestarian SDA serta pastikan aktivitas ilegal perusak hutan ditindak tegas dan terukur.
Penutup. 

Rls / Erick.H / Redaksi