Jepara, info-nusantara.com
Galian tanah lumpur yang di duga tak berijin di wilayah Desa Bate Alit Kecamatan Bate Alit Kabupaten Jepara mulai meresahkan warga sekitar, pasal nya banyak tercecer tanah berlumpur yang di angkut oleh truck Dum di jalan yang menjadi jalur utama warga Desa dan masyarakat sekitar yang hendak berwisata ke hutan pinus dan Kali Ndayung.
Salah seorang warga yang tak mau di sebut identitas nya menyampaikan pada awak media "Galian tanah lumpur ini sudah 3 hari berjalan tapi saat mengangkut tanah berlumpur tak di tutup sehingga banyak yang berceceran tapi warga tak ada yang berani protes karena di sinyalir milik perangkat desa". Ujarnya jumat15/05/2026
Setelah mendapatkan informasi lokasi jalan yang di maksud dari salah satu warga sekitar awak media turun ke lokasi untuk memantau keadaan dan di temukan masih terlihat lalu lalang truk Dum pengangkut tanah lumpur melewati ruas jalan Kabupaten Bate Alit-Tahunan.
Salah seorang warga RK (50) saat di mintai keterangan menutur,"Tanah berlumpur yang tercecer ini kalo terkena hujan sangat licin pengendara yang lewat harus ekstra hati-hati kalau tidak mau celaka kondisi seperti ini sudah berlangsung tiga hari dan mulai meresahkan serta menganggu aktifitas warga."Tuturnya
Ia menambahkan "pagi hari tadi masih ada kegiatan penggalian dan pengangkutan tanah berlumpur tapi setelah ada hujan gerimis di hentikan."imbuhnya.
Kini warga menunggu tindakan tegas dari pihak berwenang agar segera menindak lanjuti keluhan masyarakat terkait kondisi ruas jalan Bate Alit-Tahunan yang penuh ceceran tanah berlumpur agar tak membahayakan pengguna jalan.
Gun.jpr





























